Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Kultur sel kanker

Teman-teman, aku menulis ini hanya untuk menyampaikan sedikit informasi dari apa yang aku lakukan terhadap sel kanker untuk kepentingan penelitian. Mohon maaf sebelumnya kalau ada yang kurang berkenan.

Di sini, salah satu hal yang rutin aku lakukan adalah memelihara sel kanker, untuk selanjutnya bisa diteliti, efek senyawa yang aku peroleh dari produk alam terhadap sel sel kanker tersebut.

Sel kankernya pake MCF7 breast cancer atau kanker payudara dan H460 lung cancer atau kanker paru-paru. Sebenernya ada satu lagi kanker hati HEP G2 tapi mati karena kena kontaminasi, dan aku belum kultur lagi dari sel yang baru.

Aku transfer se hampir setiap minggu atau tergantung penuh nggak-nya sel di media kultur.  proliferasi selnya berjalan dengan cepat. Sel dikultur di medium RPMI yang disuplementasi dengan FBS (fetal bovine serum) dan diinkubasi di suhu 37 derajad celsius dan mengandung 5% CO2.

Proses transfer sel harus dilakukan secara aseptik di dalam Laminar Air Flow, disini disebut clean bench. klo di Indonesia dulu nyebutnya LAF makanya agak ga paham pas dibilang clean bench

20160513_115844

ada banyak protocol atau prosedur kultur sel. Setelah sentrifugasi, selnya akan mengendap di dasar tube dan siap untuk diukur jumlah selnya

20160513_122154

setelah di cek di cell counter, begini hasilnya,…

20160513_122425

Dalam waktu 9 hari, sel kanker paru paru berkembang sangat pesat, sekitar 120 kali dari semula, sedangkan sel kanker payudara berkembang 27 kali dari semula.

jadi, awalnya jumlah sel kanker paru-paru adalah 150.000 sel, setelah 9 hari dengan kondisi tersebut di atas, jadi 18.020.000 sel

jumlah sel kanker payudara awalnya 200.000 sel, setelah 9 hari (sama) , jadi 5.360.000 sel. cepet banget ya proliferasi selnya, tapi jumlah ini ngga selalu tetap, kadang kadang dengan jumlah awal sel yang sama, 7 hari aja udah 5 jutaan..

ini penampakan sel kanker payudara (sumber : http://www.mybiosource.com/prods/Cell-Line/MCF-7-Luc/datasheet.php?products_id=168974)

MBS168974_TD

sel kanker paru-paru cek disini http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0022264

Sekarang ini makin banyak peneliti yang nyari obat yang aman dan ampuh buat membunuh sel kanker. Semoga kita terhindar dari penyakit penyakit ini…

terima kasih Kurasaki Sensei, mohon maaf saya bakal masih sering ke lab sensei numpang kultur dan cek sel:)

Sekolah S2 di Jepang

Katanya, sekolah master di Jepang itu lebih mudah dari pada di Indonesia..

apa iya? coba kita lihat…

  1. Kuliahnya lebih gampang

Kuliah master di Jepang, sama seperti di Indonesia yaitu 2 tahun. Satu tahun pertama, kita disarankan untuk menyelesaikan perkuliahan biar tahun kedua cuma research dan nulis thesis aja. Kuliahnya, cari kelas dengan pengantar bahasa Inggris. Kuliahnya lebih mudah dari pada di Indonesia, ujiannya ‘cuma’ bikin presentasi atau nulis paper. kalo komentar temenku, tugas tugas kuliah di sini bisa dikerjakan hanya dalam 1 malam aja.. . kalo di Indonesia, selain banyak tugas, tugasnya ngga semudah di sini (itu kata temenku yang sekolah S2 dan ikut internship di sini). Tapi, di sini, pada saat akhir semester, tugasnya bejibun banyaknya, soalnya hampir semua sensei ngasih tugas. (sama aja ya klo ini mah, hehee…)

2. Banyak alat alat canggih yang mendukung penelitian

yup, itu benar, bahwasanya di sini banyak banget alat canggih, jadi manfaat banget yang butuh instrumen laboratorium. Kalau di Indonesia, alatnya terbatas, atau untuk analisis sesuatu, dikerjakan orang lain , misalnya LPPT dan semacamnya. disini, kita bisa dan memang harus bisa ngerjain sendiri mulai dari A sampe Z. temenku yang lihat prosesku identifikasi biologi atau taksonomi dari awal, ataupun proses cek aktivitas senyawa terhadap sel kanker, komentar, kalo di Indonesia harus dikerjain orang lain dan itu ngga lama, baru selesai dalam hitungan bulan,, bikin lama..

2016-04-05 13.24.01

DNA sequencer untuk membaca urutan basa DNA, ada model nya hahaha, maap ye Fitria:)

Trus, katanya kalo di Indonesia, kuliah ngga boleh disambi nge-lab, di sini? ohh,, time is money, harus multi tasking, kuliah sambil nge-lab biar sambil belajar ataupun nyicil penelitian. penelitian di sini yang berat, harus kerja siang malam biar bisa lulus on time. budaya ‘hard work’ sangat terasa di sini

3. Student room yang nyaman

Setiap graduate student disini diberi meja kerja. Ada student room yang jadi satu sama ruang professor kayak tempatku ini, ataupun ruangan terpisah dengan professor. Enak mana? enak yang pisah! hahahaa….

Student roomku lumayan kecil karena cuma muat 10 students aja, jadi agak rikuh ni kalo aku lagi mau makan, pake microwave, baunya haduuhh ngga enak nih sama tetangga.. you know lah ya masakan Indonesia baunya enak banget.. jadinya aku suka makan di mushola hehee,,

4.Professor yang membimbing dan lebih mudah ditemui

well, ini tergantung Professornya seperti apa. untung-untungan. Ada Professor yang benar benar membimbing, tiap minggu nanyain progress, atau ada juga yang cuek sampe akhirnya sadar mahasiswanya harus nulis thesis. Alhamdulillah, Professorku kepo. Tau lah ya maksudnya… selalu nanyain gimana, dapet hasil yang bagus? Professorku termasuk yang sering pergi juga, ke luar negeri juga, tapi ngga susah untuk mencarinya. Professornya juga objektif.

Kalau di Indonesia, dosennya sibuk, banyak yang nyambi di tempat lain. Tapi ini tergantung juga sih ya.. kadang meskipun sibuk banget ada yang tetap bisa membimbing dengan baik.. Kadang kadang dosennya bersifat subjektif, karena seringkali dosen dengan mahasiswa berteman akrab.

5. Lebih fokus

ya, karena kita di sini kerjanya cuma jadi student aja, pekerjaan kita ngerjain tugas tugas sekolah.. meskipun ada beberapa yang nyambi kerja part time.

kalo di Indonesia, kuliah sambil kerja tu sesuatu, berat menurutku, dan jadi ngga fokus karena banyak banget yang harus dikerjakan.

6. Ujian yang singkat

iya, ujiannya ‘cuma’ 20 menit. 15 menit presentasi dan 5 menit tanya jawab.

20160216_110638

suasana ujian master

Ngga pake nyediain snack atau makanan seperti di Indonesia. Ujian terbuka disaksikan para professor satu department dan teman teman master maupun doctor.

7. Thesis yang ‘to the point’

Tebalnya cuma sekitar 50 lembar..

sukses buat semua yang pingin lanjut sekolah lagi, di Indonesia, di Eropa, di Mesir, di mana pun, semua pasti ada plus minusnya:)

Salju di Kampus Hokkaido

Kampus Hokkaido atau Hokkaido University ada di kota Sapporo di Pulau Hokkaido, pulang yang paling ujung , deket sama Rusia. Winter di sini lama banget, sekitar 6 bulan. Suhu paling dingin pernah minus 15 atau bahkan lebih. Tinggal di tempat seperti ini harus ekstra perlengkapannya. mulai dari sepatu yang proper, baju daleman yang anget, jaket yang proper, syal, tutup telinga, tutup kepala, dan sarung tangan.

Saat ini, di belahan Jepang bagian bawah udah ada sakura yang muncul, di sini masih ada es di jalanan.. Kampus ini cantik banget pas winter.. berikut foto foto hasil jepretan hape

20151230_123556 (1)

Ginko avenue di gate kampus yang memutih

20151125_102409

snow trees

20151124_100400

tempat parkir mobil

20151225_125834

di depan Graduate School of Environmental Science

20160119_111551

my Lab

20160210_100917

Perjalanan ke kelas bahasa

20160326_101137

taman kampus

20160116_131015

taman kampus dari sudut yang berbeda

20160116_132157

di depan furukawa hall

20160223_123129

di dekat lab sama Fitria yodongsaeng

demikian liputan dari Kampus Hokkaido, salam kedinginan:)

Bento Bola Ayam Keju

Hallo udah lama banget ngga posting bento ya,, sekarang mah bikin bento yang penting cepet. Hampit tiap hari bikin bento empat biji; dua buatku, dua buat suamiku. Kami hampir tiap hari di kampus menghabiskan waktu siang dan malam.

Kalo mau jajan, selain ngga banyak pilihan, malesnya itu lho buat keluar ke kantin, apalagi winter kayak gini.. berat banget rasanya mau keluar lab.. udah gitu makan waktu yang lumayan untuk jalan kaki ke kantin.

well, kali ini bentonya simple, cepet bikinnya.

seperti ini..

2016-02-21-20-00-50-350

maaph, kotak bentonya cuma buat difoto aja, sehari-hari kami bawa bekal wadah bento yang cuci kering pakai:)

isi bentonya:

nasi putih

oseng tahu buncis

bola ayam keju

jeruk

telur dadar

kentang goreng bumbu barbecue

gampang kan?

ini resep untuk bola ayam keju

200 gram ayam cincang

100 gram tepung panir (tepung roti)

1/2 siung bawang bombay, rajang kasar

2 siung bawang putih , haluskan

1 butir telur

garam lada

1 slice easy melt cheese

minyak untuk menggoreng

 

cara:

campur semua bahan kecuali telur.

masukkan kocokan telur ke dalam adonan ayam

pipihkan, beri irisan keju , bentuk bulatan seperti bola

goreng deep fry

 

kemaren pas dapet ayam cicang beli di Azhar Halal Food Fukuoka, enak banget ayamnya, fresh, aku suka beli ayam cincangnya, harganya juga mirip mirip aja sama di Sapporo.. Alhamdulillah nyam nyam

Bento adalah tanda cinta untuk yang tersayang. Selamat bikin bento

 

 

 

Cerita dari Otaru, Hokkaido-Japan

Cita-cita sejak lama pingin ke Otaru, sebuah kota tua di Hokkaido Jepang. Untuk menuju kesana, dari Sapporo bisa naek kereta JR atau bus. Alhamdulillah pucuk dicinta ulam pun tiba. Kemarin tanggal 6 sama 7 Februari, kakak sepupuku yang kerja di Tokyo datang untuk liburan di Sapporo, lebih tepatnya ngepas-in sama Sapporo Snow Festival 2016. Hari kedua di Sapporo, kita ke Otaru. Alhamdulillah, mas sepupuku punya SIM Jepang dan bisa ngusahain rental mobil. Jadi, kita ke Otaru naek mobil. Tujuannya ke Otaru aquarium sama Canal, sama musium music box, sama wisata kuliner.

Perjalanan naek mobil sekitar 1 jam. Langsung ke Otaru aquarium. Dan, alhamdulillahnya pas sama jam jalan-jalannya si penguin yang cute habis

20160207_112316

 

20160207_114829

20160207_113822

seru nonton mereka jalan megal megol dari dekat

20160207_113805

Masuk aquariumnya ini 1000 yen., paslah harganya… setiap aku ke aquarium atau ke kebun binatang selalu ingat kata-kata bapak, kalau biaya operasional untuk kebun binatang sangat besar, jadi ngga perlu mikir panjang banget soal tiket masuknya … dan, kita seneng banget di sana, Emma sama Hanif juga seneng, kami juga beli souvenir kembaran hahaa,,..

Lanjut ke otaru canal… pas winter ini cakep banget , ini photo spotnya

20160207_132745

20160207_133449

Dingin banget,, kalo ke sini pas winter, usahakan sepatunya yang hangat ya…

Habis itu makan seafood di sekitaran Sakaemachi. beneran deh sea foodnya fresh enak banget… harganya sedikit lebih mahal. aku juga nyoba jagung rebusnya, manis banget mashaAllah… kok enak gini, enak banget. kita makan kentang butter. Hokkaido terkenal dengan produk kentang dan dairy products nya, salah satunya butter. emang enak banget..

 

habis kenyang, kita ke musium music box jalan kaki aja dari warung makannya.

IMG-20160207-WA0020

Seru deh di Otaru… semoga ada kesempatan dan rezeki ke sana lagi…

Thank you mas Ifan, mbak Inge, mas Hanif, Emma , we love you.., see you again

IMG-20160208-WA0018

Someday, tante and om will have nice kids like both of you, inshaAllah:)

Gempa Hokkaido 14 Januari 2016

Hari ini jadwalku nge lab, persiapan buat sequence DNA. Kali ini aku sendirian. Pas di Lab ada sensei juga sih, tapi habis itu beliau ke ruangannya.

Aku lagi serius menghilangkan etanol, tiba tiba, hape yang ada di atas meja, bunyi “Jishin desu jishin desu jishin desu” gitu terus… aku gak ngeh, meskipun tau apa artinya. iya, hapeku baru , belom ada setahun, dan belom pernah bunyi kayak gitu. Langsung, habis itu, gempaaa… agak keceng (kenceng menurutku) sampe aku deg deg an.. banyak reagen di lemari, semua goyang goyang, aku langsung sembunyi di bawah meja sambil bilang Allahu akbar.. Lab itu tadi di lantai 8, lumayanlah, ngga ada satu menit kayaknya.

Suasana engga panik kayak di Indonesia. disini semua tenang… habis reda, aku coba keluar lab., cuma beberapa orang yang jalan di koridor, dan engga panik. orang Jepang udah biasa tenang dalam menghadapi gempa bumi.

Habis itu, sensei yang tadi ngelab bareng aku, datang. dia tanya, are you okay? Kata sensei, ini gempa yang cukup besar di Sapporo, jarang banget ada gempa di Sapporo. Kata sensei, kali ini 6,7 SR di laut ., maklum-hape ku ga ada internetnya.

Terus aku balik ke ruanganku, email bapak ama adekku kalo misalnya ada berita heboh tentang gempa, jangan khawatir, alhamdulillah baik baik aja.

Habis itu suamiku ambil bento makan siang ke ruanganku ku, soalnya tadi pagi istrinya ini belum nyiapin bento, nasinya belum jadi. Terus ngobrolin soal gempa tadi. Hape nya dia juga bunyi warning padahal ada di saku. keren ya, hapenya, dia tau kalo ada gempa, tapi klo misalnya meja digoyang goyang pake tangan, dia ngga bunyi lho.. kok bisa ya radarnya cuma nangkep gempa yang asli.. hehe.. nah, hape temennya ga bunyi, karena tadi ‘cuma’ 3-4 SR aja, kalau di atas itu mungkin bunyi. dan, mereka tenang banget, padahal katanya pas di ruangannya itu banyak alat alat, nah kalo kejatuhan gimana dong…

Terus, aku balek ke Lab ku, aku tanya temenku yang orang Hokkaido asli. “eh, gimana tdi kamu lagi di mana je? ” tanyaku. “di sini aja”.. trus aku tanya tanya, gimana tadi, jawabnya datar hahaha,, biasa wae, nggak gimana gimana., emang sih gempa tadi besar.. dan Sapporo hampir ga pernah kena gempa besar.. trus dia cerita, pas di Tochigi perfectur, di Utsunomiya, pas sekolah di sana, ada gempa besar. Rak bukunya ambruk di ruangannya. Pas nengok lab nya dia, barang pecah belah pada pecah, jatuh, tapi semua aman terkendali.

ini peta gempa tadi . Source: Japan Meteorological Agency

20160114123115495-141225

1041656-map_of_japan-japan3

image from rashmanly.com

Beda yak ama di Indonesia, kalau kita udah panik teriak teriak gak jelas.. padahal yang penting tenang dulu biar bisa mikir harus gimana., aku belum pernah ikut latihan gempa bumi nih,, ngga bisa cerita juga gimana baiknya.. yang jelas, aku berlindung di bawah meja.

Beberapa saat setelah itu, ada telpon dari suamiku. Ada bom di Jakarta .. gitu katanya. waduh apa lagi ini, baru aja kemaren temen Jepangku bilang ngga mau ke Indonesia karena takut teroris, aku bilang aman, ngga ada teroris. dan, hari ini, siang ini .. terjadilah… makin takut kalik temenku,,, astaghfirullah. Sedih banget kalau Indonesia ngga aman di mata dunia, apalagi kalo bawa nama agama… pernah kapan itu ada email bahasa Jepang, yang sepertinya hati hati sama orang Indonesia, Malaysia, dsb.. dan Islam gitu.. lupa, tapi yang jelas, peringatan buat orang Jepang/ mahasiswa di sini agar hati-hati.

Semoga kita terhindar dari musibah, bencana, dan kecelakaan… amiiin..

#prayforJakarta #prayforeveryone

 

 

Cerita Bayi Sakit di Sapporo Japan

Jadi, tahun baru di Jepang seperti lebaran. Semua kantor, instansi, apotek, klinik tutup, kecuali rumah sakit dan klinik tertentu, dan mall tentunya. Sama kayak di Indonesia, kalaupun klinik buka, pasti mahal dan cuma dikit klinik yang buka. Intinya, kalo bisa, jangan sakit pada saat libur ‘lebaran’ di Jepang.

Waktu itu tanggal 30 Desember. Sejatinya, aku jadi tour guide buat rombongan family yang mau liburan di Hokkaido. Tapi karena pak suaminya dari rombongan itu meninggal (dah sampe Sapporo, mau liburan, eh dipanggil yang punya), aku nggak jadi nge-guide. Akhirnya aku putuskan untuk ke kampus aja, lagian di Lab rame, kalo di rumah aku sendirian, udah gitu dingin banget soalnya heaternya sebentar sebentar mati.

Sore itu, ada telpon dari pak presiden PPIS (persatuan pelajar Indonesia Sapporo), dia lagi nge-guide, anaknya yang berumur 1 tahun demam udah dua hari, batuk pilek, takut kenapa napa, minta tolong aku buat bawa anaknya ke klinik. waahh, gimana ya, aku belom pernah bawa bayi ke klinik… bingung deh..

untungnyaa,,, (selalu ada untungnya), di sebelahku ada seniorku yang sangat baik hati, dia juga punya bayi, dan dia nyaranin aku buat telpon ke Sapporo information center, tanya klinik mana yang buka hari gini. dia nyuruh aku pake hapenya, soalnya dia gratis telpon kemana-mana. baek banget kaann…  akhirnya aku telpon Sapporo information center. Aku tanya klinik yang deket alamat temenku itu. Dikasihnya yang jauh, aku lupa nama kliniknya. Oke, gapapalah yang penting ada dokternya, dan katanya, dokternya cuma sampe jam 5 sore (waktu itu jam menunjukkan pukul 3 sore)- telpon klinik ini juga pake hapenya seniorku hihiiii..

Akhirnya, aku buru-buru naek taksi dari kampus, langsung jemput bayi dan ibunya, dan pergi ke klinik. Butuh waktu buat istri temenku siap siap ke sana, jadinya pak supir taksinya nunggu agak lama (dan ini bikin bengkak argo-nya). Sampe sana, waahhh rameee,,,, banyak bayi dan balita, ada orang dewasa yang mau berobat juga. Akhirnya, dipanggil juga nama bayi temenku ini. Kami cuma bertiga : aku, istrinya temenku sama bayinya.

Sama dokter disuruh cek darah, ambil foto rontgen, tes sputum (dahak) dan tes ingusnya, apakah ada influenza ataukah common cold biasa, ataukah pneumonia, ataukah bronchitis, hadeh serem dehh.. kira-kira, itu yang aku tangkap dari percakapan dengan sensei (dokter dipanggil juga dengan sebutan ‘Sensei’).

Temenku udah panik, mana suaminya susah dihubungi. Dan, sayangnya kami ngga bawa uang banyak. Itu aja udah ketar ketir sama biaya taksinya. Terus, agak malu-malu, aku tanya.. dok, berapa duit kalo harus tes itu semua?… wah ga tau ya kalo soal biaya .. gitu jawabnya. lha kok kasirnya datang ke ruangan sensei, ngasih tau kalo bayi ini pake asuransi (houkenso- penting banget kartu sakti ini). Oh, kamu cukup bayar 580 yen aja. wah legaa.. murah bingitz,, kata kita sambil senyum.

Terus, bayinya di periksa macem macem, diambil dahak, ambil ingus, foto rontgen, ambil darahnya, tes nafas (dikasih corong gitu, dilihat gas yang keluar dari mulutnya).. si bayi nangis kejer. Tau ga., tes tes tadi itu cuepet banget, 10 menitan kira-kira.. habis itu, dipanggil lagi.. (cepet banget hasilnya, 10 menit aja). Dijelasin sensei hasilnya… aku ngamatin, alatnya canggihh. sample ingus tadi ada di seperti test pack gitu, dimasukin ke alat, dan kebaca : Adenovir – , sample sputum juga, hasilnya negatif. It means, hanya karena virus. Hasil rontgen, gak ada putih putihnya di paru paru, artinya bebas pneumonia. Kata dokter, ini nanti sembuh dalam 3-5 hari, hasil tes darahnya juga bagus, leukositnya ngga naik. Akhirnya cuma dikasih 3 macam obat aja.

Dan, bener, temenku cuma butuh bayar 580 yen dengan kartu sakti itu, wahh alhamdulillah.. tinggal nebus obat nih, semoga ngga mahal, pikir kami. Ke kusuriya (apotek) di sebelah klinik. Aku tanya, ini obat kalo ditebus semua berapa duit ya? “gratis” jawab si embak. whats?? gratis, dengan kartu sakti tadi. alhamdulillah… si embak tanya ” mau ngga, dibuatin kartu obat? biar klo ke apotek lain ada riwayat pengobatannya” begitu kira-kira maksudnya. Aku tanya “maaf, berapa duit yak?” “gratis”, jawab si embak.; hahaha aku udah parno kalo bayar.. haaduuh maap yaa, kami para pelajar di Jepang emang alergi kalo kudu bayar mahal… jadi malu.. si embak kayake ngguya ngguyu.. ben wae lah hehee…

Dan, ini obat-obatannya

20151230_185042

 

 

hadduuh susah banget nyari nama obatnya. Itu ternyata ASVERIN, tulisan katakananya ASUBERIN , aku lupa kalo mereka bilang V itu B. Akhirnya nemu juga, isinya sama kayak Asvex di Indonesia yaitu Tipepidine -suatu expectorant. Meptin Syrup, sama kayak di Indonesia, isinya Procaterol-suatu bonkodilator-pelega bronchus. Nah itu, Lebelbon syrup isinya bromhexin sama kayak bisolvon.  Susah amat bacanya, di katakananya tertulis reberubon, susyah banget hiks hiks, gini ini masih ada yang nanya, mbak kerja di Apotek di sana? huhuuuu susyah bacanya, belum aturan pakainya, kanji semua…

Calonal, isinya acetaminofen nama lain dari paracetamol. Terus dapet transdermal patch (ini ni kayaknya belom ada di Indonesia- atau akunya aja yang kudet).Hokunalin patch, isinya Tulobuterol-long acting beta agonis-melegakan pernafasan.

20151230_185024

Itu obat paracetamol, bentuknya powder, diminum jika demam aja.

20151230_184948

itu obat batuk sirupnya, diminum jika batuk aja.

20151230_184930

itu transdermal patchnya, ditempelkan di dada, punggung, atau di lengan bagian atas, satu hari satu kali, kalau mandi, ngga usah dilepas. alhamdulillah sekarang bayinya dah sehat lagi.

jadi pengalaman deh… ongkos taksinya ke klinik itu pulang pergi 5500 yen (kalo di rupiah in 550.000 rupiah).jaraknya berapa km ya, ngga tau, sekitar 20 menitan perjalanan sekali jalan, dalam keadaan jalan bersalju. Ongkos ke dokternya 580 yen dan lengkap sama obatnya.

Jangan lupa selalu bawa kartu sakti , asuransi kesehatan di Jepang.

Salam sehat

-ditulis oleh apoteker yang kepo soal kefarmasian di Jepang-

 

 

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya