Belajar masak · Cerita ibu · Isi hati · Sekedar Info... · Uncategorized

Perjalanan MPASI yang Diwarnai Aksi GTM (Gerakan Tutup Mulut)

Halo bunda-bunda semua, apa kabar? bagaimana cerita mengurus anak?

kali ini aku mau cerita tentang perjalanan makanan pendamping ASI bayiku nih. Alhamdulillah banyak belajar dan harus tambah belajar sabar lagi, huhuu..

…..

Alhamdulillah bayi pertamaku baby Hamdan lulus ASI eksklusif, hanya ASI SAJA yang dia makan hingga usia 6 bulan. Pada hari pertama MPASI-nya, dia mencoba buah pepaya. kenapa aku memilih pepaya? pernah aku tulis di sini ya. alhamdulillah nggak ada reaksi penolakan, nggak ada drama mengeluarkan makanan, menampik sendok, dan aksi lainnya.

Setelah ‘masa’ pengenalan MPASI selama sekitar 10 hari, tidak ada reaksi alergi maupun gangguan pencernaan berarti yang dialami. sempat sembelit sih tapi masih aman, dengan yoghurt plain manjur. Selanjutnya aku memberikan menu seadanya di rumah dan nggak selalu menu 4 bintang. Teksturnya dari agak encer, hingga meningkat teksturnya menjadi lebih kental dan agak padat.

PhotoGrid_1540045301146
MPASI mulai usia 6 bulan keatas

Sebaiknya, seorang bayi makan dalam posisi duduk di high chair, fokus. tidak boleh sambil mainan. tapi anakku? aku lebih mudah menyuapinya sambil digendong meskipun dia lebih senang makan sambil bermain. Aku nggak punya high chair karena pertimbangan nggak punya tempat dan ngebayangin anakku yang nggak betah duduk lama di high chair.

Waktu umur 9 bulan, Hamdan mengalami tumbuh dua gigi seri di atas yang disertai demam semalam. Makannya tidak begitu terganggu, tapi memang lebih sedikit dan maunya yang lembek-lembek. seringnya aku memberi bubur instan yang manis seperti beras merah , kacang hijau, dan buah-buahan. Aku bukan tipe ibu yang anti terhadap makanan instan hehee.. bagiku, para ahli gizi sudah mempertimbangkan masak-masak kandungan gizi, termasuk bahan tambahan di dalamnya.

PhotoGrid_1540045716478 (1)
tekstur MPASI saat 9 bulan (nasi di haluskan dengan sendok)

oke, semua berjalan baik baik saja, hingga beberapa minggu setelah tumbuh dua gigi di atas itu, tumbuhlah dua gigi di bawah. Bersamaan dengan itulah Hamdan mulai GTM. kalau nggak salah, hampir masuk usia 11 bulan. Ugghh stress nyaaa. gimana nggak stress, Hamdan mengeluarkan aksi GTM, sementara berat badannya kurang ideal, kurang-kurang dikitlah. Untungnya, Hamdan masih mau menyusu dan minum susu tambahan meskipun nggak banyak. “Mungkin dia maunya yang nggak perlu ngunyah”.. begitu komentar suamiku memberikan suntikan semangat. Pernah waktu itu, asisten di rumah mertua membuatkan bubur sumsum, dan Hamdan doyan. Oke, sementara menunya bubur sumsum aja sampe dia nggak mau. terus gizinya yang lain gimana? aku memberinya tambahan vitamin. Vitamin tersebut sering aku campur bersama buah karena dia mulai tahu kalau di pipet adalah obat seperti yang dia minum saat demam.

Aku juga mencoba membuat bubur sumsum tanpa santan, dan diberi tambahan bubur instan daging brokoli. Alhamdulillah lumayan doyan, nggak apa apa yang penting ada yang masuk. Pernah juga ibu buat soto ayam, Hamdan mau makan soto pakai nasi penyet. wow senangnya hatiku. Ya ampun gini amat ya emak-emak yang heri (heboh sendiri) saat tau anaknya mau makan setelah sekian lama bungkam. GTM pasti berlalu… itu pesan momo Ika, ibu beranak 5 yang sudah sangat berpengalaman hahaha, makasih banyak semangatnya momo Ika. Dibawa enjoy aja yang penting anak sehat, aktif, mau minum, cairan cukup. ternyata benar..sampai akhirnya GTM lagi huhuuu… balik lagi ke ‘campuran’ tepung beras dan bubur instan.  Gemes buanget ya kalo lagi GTM, sampe sering aku paksa si bayi untuk makan meskipun aku tahu itu nggak boleh.

Aku mencoba membuatkan bola-bola kentang kukus dan berakhir di perutku hiks, bahkan ayahnya pun tak mau mencicipi, udah kebayang dulu kentang tanpa rasa… Aku mencoba spagety pastanya aja plus keju parut, Hamdan mau makan sendiri. kayaknya emang semua suka mie ya. Dia pun mengenal kerupuk karena ayahnya hampir selalu makan kerupuk. Dengan kerupuk inilah kami bekerja sama. si ayah mencoba menyuapkan kerupuk, tapi yang masuk mulut Hamdan adalah sendok penuh makanan buatanku hahaa. Metode ini awalnya berjalan mulus, tapi sekarang no no. Tambah pinter ni ye..

Akhirnya, Hamdan menginjak usia 1 tahun. artinya, dia boleh makan apa saja dan bisa ikut menu keluarga. Aku membuatkan sup krim jagung karena si doi suka jagung. krimnya aku pakai susu UHT plain. ditambah kentang parut (lagi-lagi biar kenyang). eh si doi doyan dong, trus aku kasih nasi sedikit. tetep doyan. Menu ini berlangsung selama dua hari saja karena Hamdan mengalami reaksi alergi dari susu pasteurisasi tersebut (menurutku sih). Beberapa hari setelah itu kulitnya normal kembali. Kadang-kadang dia mau menu keluarga, bahkan nasi tempe goreng juga mau. kalau sedang GTM, kembali lagi ke makanan instan. Kalau kata ibuku , Hamdan maunya beda menu setiap makan. oh ya?

PhotoGrid_1536853083249

Saat ini Hamdan usia 13 bulan lebih. sudah seminggu ini Hamdan ikut menu adek sepupunya, yaitu MPASI beli di pinggir jalan hahaha. setiap hari dia habis 1,5 porsi. Di Jogja sini, 1 porsi (cup plastik) harga 4000 rupiah. setiap pagi kami jalan kaki membeli MPASI dengan membawa wadah sendiri dari rumah. ceritanya cinta lingkungan. Nggak apa apa deh mungkin Hamdan maunya masakan orang lain ya sekarang. Nanti mau juga masakan ibu lagi ya…

Kesimpulannya ..

  1. Tetap tenang dan sabar saat anak GTM (prakteknya susah ya bun), singkirin dulu itu KMS atau grafik berat badan.
  2. Berikan asupan cairan yang cukup, beri buah jika mau
  3. Kenali menu favorit anak (Kalau Hamdan suka telur, udang, labu kuning, jagung, jambu, buah naga, pepaya dan kriuk tentunya)
  4. Saat sedang tidak GTM, beri makanan sebanyak dia mau
  5. Kreasikan menu makanan yang lain (bikin finger food dsb)
  6. Jangan paksa anak makan (faktanya, kita gemes udah capek capek masak ngga dimakan)
  7. Beri suasana tempat makan yang berbeda, misalnya ajak anak keluar rumah sambil makan, bertemu anak sebaya yang sedang makan, alihkan perhatian dengan menunjukkan objek menarik, biarkan anak belajar makan sendiri, ganti wadah makanan atau alat makan, dan lain-lain

Buat bunda-bunda yang bayinya sedang GTM, semangat yaa, GTM pasti berlalu. Yang paling penting asupan cairannya ya. boleh juga dicoba suplemen penambah nafsu makan yang bisa dibeli bebas di apotek sesuai usia ya Bun 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s