Edukasi · medicine · Sekedar Info... · Uncategorized

Zat Besi untuk Bayi dan Anak

Zat besi adalah salah satu mikro nutrien penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin) yang berfungsi untuk mengikat dan menyalurkan oksigen ke organ-organ tubuh kita. Maka, salah satu tanda gejala anemia atau kekurangan zat besi adalah badan kita menjadi lemas. Begitu juga pada bayi dan anak-anak yang kekurangan zat besi. Akan terjadi gangguan pertumbuhan, gangguan pada motoriknya, kurang nafsu makan, dan daya tahan tubuhnya tidak baik, mudah terserang penyakit.

Di dalam kandungan, kebutuhan zat besi bayi sudah tercukupi dari ibunya sejak trimester ketiga kehamilan (bulan ke 7 sampai 9 ). Menurut American Academy of Pediatric, bayi yang mendapatkan air susu ibu (ASI) akan tercukupi kebutuhan zat besinya melalui ASI hingga usianya 4 bulan. Sehingga setelah usia 4 bulan, membutuhkan tambahan zat besi karena jumlah zat besi yang ada di ASI sangat sedikit. Setelah usia 6 bulan, dapat diperkenalkan makanan pendamping ASI  (MPASI) yang kaya akan zat besi.

………..

Kekurangan zat besi adalah kekurangan nutrisi yang paling umum di dunia. Defisiensi atau kekurangan zat besi dan anemia defisiensi zat besi (ADB) memiliki efek jangka panjang pada tingkah laku dan perkembangan syarafnya, yang bisa muncul 10 tahun hingga 20 tahun setelah pengobatan anemia.

Apa sih tanda kekurangan zat besi pada bayi dan anak?

  • Wajahnya pucat
  • Nggak ada nafsu makan, sehingga berat badannya rendah
  • Mudah rewel

Kebutuhan zat besi bayi dan anak

berikut ini daftar kebutuhan zat besi untuk bayi dan anak-anak hingga usia remaja.

Usia Kebutuhan per hari (mg)
6 sampai 12 bulan 11
1 sampai 3 tahun 7
4 sampai 8 tahun 10
9 sampai 13 tahun 8
Remaja laki-laki 11
Remaja perempuan 15

Source: Health Canada, Dietary Reference Intakes

Zat besi dalam makanan

Zat besi banyak ditemukan di dalam daging-dagingan, sea food, tahu, kacang-kacangan, sayuran yang berwarna hijau gelap seperti bayam, serealia atau pasta yang telah diperkaya zat besi, dimana zat besi yang bersumber dari hewani akan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Pada saat konsumsi zat besi, sebaiknya juga konsumsi vitamin C karena dapat mengingkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Sementara, konsumsi kalsium bersamaan dengan zat besi dapat menghambat absorpsi zat besi. Hindari kopi dan teh karena zat yang bernama tannin juga dapat menghambat absorpsi zat besi.

Jadi, habis makan menu daging-dagingan, minumnya es jeruk yaa.

parentingfirstcry

Berikut ini beberapa daftar makanan yang mengandung zat besi menurut Canadian nutrient files 2015

Sayur dan buah

Makanan Takaran Penyajian Kadar zat besi (mg)
Bayam, dimasak 125 ml 2 – 3,4
Edamame, dimasak 125 ml 1,9 – 2,4
Puree tomat 125 ml 2,4
Asparagus, mentah  6 batang 2,1

Gandum/ serealia

Makanan Takaran Penyajian Kadar zat besi (mg)
Oatmeal instan, dimasak 175 ml 4,5 – 6,6
Sereal kering 30 gr 4 – 4,3
Pasta 125 ml 1,3

Daging

Makanan Takaran Penyajian Kadar zat besi (mg)
Bebek, dimasak 75 gr 1,8 – 7,4
Daging sapi, dimasak 75 gr 1,4 – 3,3
Ayam, dimasak 75 gr 0,4-2,0

Jeroan

Makanan Takaran Penyajian Kadar zat besi (mg)
Hati sapi, dimasak 75 gr 4,9
Hati ayam, dimasak 75 gr 6,2 – 9,7
Ginjal kambing/domba, dimasak 75 gr 9,3

Sea food

Makanan Takaran Penyajian Kadar zat besi (mg)
Gurita 75 gr 7,2
tiram 75 gr 3,3 – 9,0
Udang, kerang, kepiting 75 gr 0,6 – 2,2

Lainnya

Makanan Takaran Penyajian Kadar zat besi (mg)
Tahu, dimasak 150 gr 2,4- 8
Biji kedelai, matang, dimasak 175 gr 6,5
Tempe 150 gr 3,2
Telur 2 butir (besar) 1,2-1,8

 

Anakku butuh suplemen zat besi nggak ya?

Paling tepat, sebaiknya cek hb (hemoglobin) dulu..

Nah, kalau kita amati makanan yang mengandung zat besi, jumlah takaran penyajiannya begitu besar, padahal jumlah makanan yang diberikan untuk bayi atau anak tidak mencapai takaran tersebut. Jika makanannya memang mengandung banyak zat besi, tidak perlu ditambah suplemen tambahan. Tapi jika makanannya hanya satu jenis yang mengandung zat besi, berarti belum memenuhi jumlah yang diharapkan, misalnya juga saat bayi atau anak nggak mau makan. Bisa deh ditambah suplemen zat besi. Atau, bisa juga saat lingkungan sekitarnya (keluarga) sedang sakit, si bayi butuh tambahan zat besi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

 

Suplemen Zat Besi

Ada beberapa merek suplemen zat besi untuk bayi dan anak. Untuk bayi, pilih yang cara pemberiannya dengan tetes (drop) seperti Ferriz drop, Ferlin drop, Sangobion baby, Feroglobin drop, Maltofer drop dan yang lainnya. Digunakan sesuai petunjuk, disimpan di tempat yang terlindung dari cahaya langsung. Bisa dicampur dengan puree buah misalnya puree jambu biji (banyak vitamin C nya).

Untuk anak, bisa menggunakan sediaan sirup.

Efek sampingnya apa? Kebanyakan adalah mual muntah karena rasanya yang amis-amis gimana gitu ya, terus kadang bikin sembelit, dan warna fesesnya jadi lebih gelap.

Mari cegah anemia defisiensi besi pada anak dengan makanan bergizi dan suplemen yang tepat. Semoga bermanfaat.

 

 

Sources :

http://www.aappublications.org/content/early/2010/10/05/aapnews.20101005-1

https://kidshealth.org/en/parents/iron.html

www.hc-sc.gc.ca/fn-an/nutrition/reference/table/ref_elements_tbl_e.html

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2528681/

https://www.dietitians.ca/Downloads/Factsheets/Food-Sources-of-Iron.aspx

Iklan

2 respons untuk ‘Zat Besi untuk Bayi dan Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s