medicine · Sekedar Info... · Uncategorized

Parasetamol, Obat Wajib Keluarga

Pasti semua sudah tahu obat yang satu ini ya atau bahkan beberapa kali minum obat ini untuk mengurangi nyeri atau demam.  Parasetamol (Paracetamol) atau disebut juga Asetaminofen (acetaminophen) yang disintesis pertama kali oleh Morse pada tahun 1878 ini sampai sekarang masih jadi obat pereda nyeri ringan hingga sedang dan penurun demam yang relatif aman untuk segala kalangan usia mulai dari bayi hingga para orang tua. Obat ini masih menempati urutan pertama pengilang nyeri tahap awal menurut WHO.

Parasetamol termasuk golongan obat bebas, yang berlogo lingkarang hijau, artinya obat ini bisa dibeli bebas tanpa resep dokter. Harganya pun sangat terjangkau, apalagi generiknya, sekitar 2000 rupiah per strip (10 tablet).

2018-07-05_10.52.23
tanda lingkaran hijau pada obat parasetamol

Efek terapi

Mengurangi nyeri pada sakit kepala, meriang, sakit gigi, sakit punggung dan lain-lain, serta menurunkan demam

Pada bayi dan anak-anak yang mengalami demam karena setelah imunisasi atau sedang mengalami sakit gigi, parasetamol adalah obat yang paling aman.

Efek samping

ruam kulit, sakit perut, mual

Cara kerja

Sejauh ini belum ada kejelasan mengenai cara kerja yang pasti dari obat ini, namun obat ini bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase. Pada saat nyeri, tubuh akan memproduksi asam arachidonat. Enzim cyclooxygenase ini yang selanjutnya akan membantu mengubah asam arachidonat menjadi prostaglandin, yaitu suatu senyawa mediator nyeri. Dengan dihambatnya enzim cyclooxygenase ini, nyeri akan berkurang. Parasetamol tidak menghambat cyclooxygenase di luar sistem syaraf pusat dan tidak bersifat mengurangi radang (anti inflamasi) (active site-nya berbeda dengan obat anti inflamasi non steroid).

Screenshot 2018-07-05 12.38.46
parasetamol menghambat enzim cyclooxygenase 

Sebagai penurun demam, obat ini ajaib karena bisa menurunkan suhu tubuh yang demam kembali ke suhu tubuh normal (nggak jadi dibawah suhu normal tubuh). Saat demam, prostaglandin di hypothalamus di otak meningkat, sementara, hypothalamus di otak bertugas mengatur suhu tubuh. Parasetamol menurunkan pembentukan prostaglandin di otak sehingga dapat menurunkan demam.

Kapan obat ini mencapai efek terapi

Penggunaan parasetamol secara oral dan rectal (lewat anus) memberikan efek dalam 40 menit dengan maksimal efek dicapai pada 1 jam setelah pemberian, tapi variasi bioavailibilitasnya (ketersediaan dalam tubuh) besar (63-89% untuk oral) karena harus melewati metabolisme dulu di hati. Parasetamol yang diberikan secara intra vena (melalui suntikan) akan memberikan efek dalam 5 menit puncaknya pada 40 sampai 60 menit, durasi efeknya selama 4 sampai 6 jam.

Metabolisme

Parasetamol dimetabolisme di hati dengan mekanisme glucuronidase dan sulfatase untuk membentuk konjugat non toksik akan tetapi sedikit juga dioksidasi melalui cytochrome P450 (suatu enzim yang ada di hati) untuk membentuk metabolit yang sangat toksik NAPQI (N-acetyl-p-benzo-quinone imine). Pada kondisi normal, NAPQI dedetoksifikasi secara conjugasi dgn glutation untuk membentuk cystein dan asam mercapturat (mercapturatic acid) yang diekskresi lewat ginjal.

Jika kadar glutation tidak cukup, seperti pada overdosis atau defisiensi glutation, NAPQI akan bereaksi dengan molekul membran sel menyebabkan hepatic necrosis akut (pengerasan hati). Dosis yang menyebabkan pengerasan hati adalah 4 gram (4000 mg) sehari .

Intake bersamaan dengan obat carbamazepine, penytoin, atau barbiturate dan alkohol yang berlebih dapat meningkatkan produksi NAPQI tersebut. Berhubung obat ini dimetabolisme di hati (lever), perlu konsultasi dokter terlebih dahulu untuk orang yang memiliki penyakit lever.

Bentuk sediaan

Tablet, tablet kunyah, sirup, tetes, suppositoria (berbentuk peluru yang dimasukkan dubur). Sebut saja Panadol tablet, Paramex, Dumin suppositoria, Sanmol drop/sirup, Tempra, Praxion, dan lain-lain

Dosis

Bayi sampai dengan 12 tahun : 10-15 mg/kg berat badan setiap 4 sampai 6 jam atau 3 sampai 4 kali sehari (seperlunya)

12 tahun ke atas dan dewasa : 500 mg 3 sampai 4 kali sehari diminum sebelum/setelah makan

Amankah buat ibu hamil dan menyusui?

Berdasarkan Food and Drugs Administration, parasetamol termasuk kategori B yang berarti bahwa tidak ada bukti mempengaruhi janin pada percobaan hewan uji namun masih belum ada uji pada manusia yang memadai. Jadi bisa dikatakan obat ini adalah pereda demam dan nyeri yang paling aman untuk ibu hamil.

Meskipun obat ini bisa masuk ke dalam air susu ibu, namun obat ini dinyatakan aman untuk ibu menyusui dengan pertimbangan manfaat dibandingkan resikonya.

 

Sediaan parasetamol sendiri juga banyak yang dikombinasi dengan obat lain misalnya pada obat migraine, parasetamol dikombinasi dengan caffeine, dan pada obat nyeri yang lebih kuat, dikombinasi dengan tramadol. Kalau memang demam karena flu (common cold), bisa minum parasetamol yang dikombinasi dengan obat pilek dan batuk.

Parasetamol hanya bersifat sebagai pereda nyeri atau penurun demam sehingga apabila belum sembuh setelah penggunaan 3 hari sebaiknya konsultasi ke dokter.

Jadi, sedia parasetamol di rumah ya 🙂

 

sources:

Martino and Chiarugi, Recent Advances in Pediatric Use of Oral Paracetamol in Fever and Pain Management, Pain Ther, 2015 Dec, 4 (2): 149-168

Pardutz and Schoenen, NSAIDs in the Acute Treatment of Migraine: A Review of
Clinical and Experimental Data, Pharmaceuticals 2010, 3, 1966-1987

http://www.drugs.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s