Edukasi · Pengalaman di Negeri Sakura · Sekedar Info...

Cintai lingkunganmu

Jepang memang salah satu negara terbersih di dunia. Orang Jepang dari kecil sudah diajari cara menjaga kebersihan lingkungannya. Waktu aku ke Sapporo L Plaza kemaren, di lantai 3-nya ada berbagai macam simulator, yang bisa dijadikan bahan dan alat mendidik generasi muda. Sapporo L Plaza adalah tempat yang dikelola pemerintah kota Sapporo, di sini biasanya untuk event sosial, acara yang diadakan para voluntir, acara bazar, tempat rapat, ruang pertemuan, dan lain lain.

Pandangan mataku tertarik pada simulator pembuat kompos. Di sana ditunjukkan betapa pentingnya kita memilah sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah yang enggak dipisah
Sampah yang enggak dipisah

Apa jadinya?

mempersulit proses pembuatan pupuk kompos
mempersulit proses pembuatan pupuk kompos

Pada gambar pertama, menunjukkan sampah makanan (organik) yang bercampur baur dengan sampah lain seperti botol, kaleng, plastik. Pada proses pembuatan kompos, sampah yang bukan organik akan bercampur dengan sampah organik yang pada akhirnya akan menjadi pupuk kompos. Kalau di pupuk kompos ada plastik, kaleng, dan lain-lain, pupuk kompos jadi penuh sampah, dan menjadi tidak efisien.

Sederhana ya simulatornya. Ini cuma salah satu alasan kenapa sampah harus dipisah. Ya, seperti yang kamu tau, sampah di Jepang dipisah : organik, plastik, pet bottle, kaleng, kemasan gelas, bahan yang mudah meledak seperti aerosol, dan bahan kertas daur ulang atau kardus. Tiap hari Senin sampai Jumat ada jadwal pengambilan sampah. Untuk plastik sampah organik, di kota Sapporo ini warnanya kuning, harga untuk ukuran 10 L isi 10 plastik harganya 200 yen. Kita ngga perlu bayar sampah, cukup beli plastik sampah, dan ini nggak memberatkan penduduk seantero Sapporo-insya Allah.. Sedangkan untuk sampah lainnya, kita menggunakan plastik bening.

Kalau Indonesia bisa memilah sampah lebih bijak, nggak cuma pemulung yang teringankan bebannya, tapi juga para pahlawan di TPA yang teringankan. Beberapa daerah di Indonesia sudah mulai memilah pembuangan sampah. Mulai dari diri kita sendiri yuk…

Habis dikoreksi si sayang nih, plastik kuningnya adalah untuk sampah burnable, nah simulasi gambar di atas cuma buat nunjukin proses composting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s