Uncategorized

Cerita PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker) Februari 2014

Setiap bulan mahasiswa praktek di Apotek UGM berganti.. menurut kami periode inilah yang paling berkesan… Februari 2014.

Awal bulan Februari seperti biasanya, ada pretest, pembekalan, simulasi dan orientasi sebelum praktek kerja. Mahasiswanya ada 17 orang (hadeh banyak banget! Mana bakal ketambahan mahasiswa D3 Farmasi dari Universitas Muhammadiyah Magelang). Ya sudahlah..udah ku plot begitu.. 14 orang dari Farmasi UGM, 3 orang dari Farmasi Universitas Sanata Dharma.

Seperti biasa.. minggu pertama masih pada malu-malu , masih suka bikin kesel apoteker kalo pada gak tau nama obat plus tempatnya. Minggu kedua mulai rame dan lebih cerdas. Anak-anak periode ini menurut kami lebih cekatan dan pengertian (maksudnya langsung bantu kami para karyawan-inisiatif gitu lah..)

Tanggal 14 Februari pagi-pagi terjadi tragedi gunung Kelud. Yogya diguyur hujan abu dari subuh. Beredarlah sms dari bu bos kalo apotek bukanya jam 9 nunggu kalo dah nggak hujan abu. Oke, aku sms ke Karnia salah satu mahasiswa yang aku simpen nomernya. Aku sms bu bos lagi. “bu, kalo belum reda buka jam berapa?” “ya buka jam 10, kita harus tetap buka melayani” karena masih hujan abu terus, beredarlah sms jam 9 kurang 10 menit kalo apotek buka jam 10. Yahh telat.. anak-anak sama beberapa karyawan udah dateng. Aku jam setengah 10 berangkat, mampir indogrosir dulu mau kulakan masker, tapi ternyata nihil,, pun aku musti balik lagi karena malah gak berani nyetir sementara hujan abu plus gerimis plus gak boleh pasang wiper.. pulang dulu, ganti motor. Sampe apotek udah rame. Si Rikat dengan sigap pinjem mobil kantor untuk nemani mbak Nani kulakan masker. Syukurlah ada Rikat. Apotek waktu itu rame banget masker dan tetes mata jadi  very fast moving product. Anak-anak yang lain nge-repact masker jadi 10 pcs dan 5 pcs.

Beberapa hari kami kulakan masker. Kali ini si Agustinus Tety yang nemeni Pak Yono buat gotong-gotong kartonan masker dan juga nganter pesenan obat sampe daerah Gabusan jalan Parangtritis. Ada juga si Noni yang punya mobil Jazz, mengikhlaskannya untuk jadi angkutan kartonan obat tetes mata, 2 kali ke pusat Vulkanologi di deket Gor Amongrogo…dia gak mau diganti bensinnya

Hari seninnya, Rektor UGM menghimbau pada masyarakat UGM untuk kerja bakti bersih-bersih debu vulkanik. Hari itu langsung ku sebar berita, ada kerja bakti di apotek, bagi yang bisa harap ikut kerja bakti , yang udah ikut kerja bakti, bebas jaga apotek. Aku kabur gak ikut kerja bakti, berdalih udah ada anak buahku haha. Alhamdulillah semua semangat..

Jam 8 mulai kerja bakti, jam 9 apotek buka. Tapi kenyataannya jam setengah 2 siang baru kelar kerja bakti,, hasilnya para karyawan males ganti baju, jadi kerja di apotek masih berkotor-kotor,, ahh gak keliatan orang masih ada debu vulkanik di mana-mana..hehe…

kerja bakti

di depan apotek

IMG-20140217-WA0002

IMG-20140219-WA0004

apoteker susan

Dan, mbak Nani yang baek hati dan inisiatif, nyiapin 2 karton Indomie selama masa bencana dan beberapak kali nasi dus juga nyiapin snack untuk kerja bakti. Hidup mbak Nani!!

Saat periode ini terjadi beberapa pengalaman berharga (berharga malahl juga)..

  1. MST digerus. Tau MST? Morphine Sustained Release… mohon maaf pada para apoteker di industri,,MST nya digerus karena menyesuaikan dosis di resep. Dosis yang kami punya pas kadaluwarsa bulan itu.. Apoteker, calon Apoteker, semua bersalah..kok bisa MST digerus..hiks.. aturan gak boleh digerus. Buat apa diformulasikan mahal-mahal sebagai obat yang dilepaskan secara terkontrol kalo akhirnya digerus? Dan.. ternyata si pasien mau dengan obat MST yang sesuai dosis tapi sudah kadaluwarsa bulan itu.. (kenapa nggak dikomunikasikan daritadi…)
  2. obat Amitriptilin yang seharusnya nggak ikut dikapsul ternyata ikut dikapsul,,jadi harus ngulang pembuatan kapsul tanpa obat amitriptilin. Yah, ini salah kami juga nggak ada yang ngawasi meskipun sudah dibuat instruksi peracikan obat…

Dan.. akhirnya akhir februari, saatnya anak-anak selesai praktek. Saking akrabnya mereka, gak terlihat mana yang UGM mana yang Sanata Dharma, semuanya lebur dan bisa kerja sama dengan siapa pun termasuk karyawan. Kadang aku nyeletuk, huh coba kalian boleh entry resep boleh entry duit,,tinggallah aku berleha-leha hehe…. Terima kasih teman-teman semua (aku lebih senang menempatkan kalian sebagai partner daripada sebagai junior dan seniornya).. semoga pengalaman sebulan ini bisa jadi pengalaman yang baik dan semoga kalian nggak merasa dimanfaatkan, hihihiii… peace

Oya aku dikasih tau Erlina katanya apoteker di apotek UGM ada yang galak, namanya mbak Nisa ..hahaha masak iya ssiiihh,,,,,

PKPA feb 14

Ayo selesaikan laporannya dan sampe ketemu di ujian kompre

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s