Uncategorized

Catatan Kecil si Bunda

Sudah hampir 5 bulan si ayah dan si bunda ada di Yogya, sejauh ini si ayah dan si bunda mencoba untuk ikhlas meski masih mengharapkan tangisan dan canda tawa kalian, buah cinta mereka.

Di sini makin banyak yang rempong dan rewel, padahal mereka bukan keluarga dekat atau semacamnya, mereka kebanyakan adalah orang luar yang mencurahkan perhatian lewat pertanyaan ini itu meski nggak sedikit juga yang komentar “udaah.. sante aja…..”

Alhamdulillah doa si ayah dan si bunda dikabulkan, mereka ada pekerjaan, setidaknya nggak nganggur. Bener-bener diluar dugaan, sementara dulu sebelum balik sempat ada kekhawatiran dengan masa depan.

Bulan November si bunda nyoba beli dan minum vitamin E mulai dari dosis rendah 100 IU sampe 250 IU, bahkan pernah ngembat vitamin E 400 IU yang keburu expired, hehe… obat mahal tapi diskon karena hampir expired. Si ayah kadang-kadang juga minum.

Bulan Desember si ayah dan si bunda nyoba pijet. Kakinya yang dipijet. Di daerah kuncen di Jogja. Sudah tiga kali, belum bisa juga.

Bulan Januari si ayah dan si bunda nyoba obat herbal. Isinya mungsi arab, kunir putih, adas, dan pegagan. Itu sebenarnya antioksidan. Si bunda jadi jerawatan, pun air seninya jadi kuning banget.

Bulan Februari, si ayah dan si bunda nengok sepupu yang umurnya 1,5 tahun. Yupp om sama tante punya anak lagi di usia senja (kayak tuwa banget yah,,hahahahaaa…) setelah 16 tahun belum punya anak lagi. Tante menyarankan si bunda dan si ayah buat ke klinik mereka dulu, meskipun si tante mendukung untuk nyante aja.

Bulan Februari juga si ayah dan si bunda datang ke dokter Diah Rumekti, SpOG (K) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Adinda. Alamat klinik Adinda ada di jalan Soragan Ngestiharjo Kasihan Bantul. Telponnya 0274- 622988 atau 617657. Kalo udah tau Mirota gejayan, tinggal ke selatan aja. Kalo dari timur sebelah kanan adalah mirota gejayan, sebelah kiri ada gang, masuk aja.

Bu Dokternya cantik, ramah, belum tua-tua banget, kayaknya perawatan kecantikan, hehehe… dengan sabarnya tanya apa yang sudah si ayah dan si bunda lakukan. Terus si bunda langsung nerocos. Di sini baru satu dokter ini yang dikunjungi mereka. Sama bu dokter dikasih tau, harus mulai dari tiga cek utama infertilitas, yaitu USG, analisis sperma, dan HSG. Hadduhh lagi-lagi HSG, si bunda uda kebayang sakitnya meskipun diberi analgetika dan antibiotik. Sejak di Jepang dulu ogah HSG.

HSG atau hystosplangiography adalah suatu metode untuk melihat ada nggaknya penyumbatan di saluran telur atau tuba falopii. Caranya dengan memasukkan cairan atau kontras media lewat organ kewanitaan. Trus diamati kalo cairannya keluar berarti nggak ada sumbatan, kalo cairannya nggak keluar berarti ada sumbatan. HSG selain untuk melihat ada nggaknya sumbatan ternyata bisa mengikis sumbatan kecil disepanjang saluran telur. Jadi nggak perlu heran kalo setelah HSG biasanya banyak yang berhasil mengandung.

Si ayah dan si bunda harus lebih tawakkal lagi. Allah memang masih ingin dengar doa mereka, Allah senang diminta terus. Semoga Allah selalu menuntun mereka ke jalan yang benar dan memilih keputusan terbaik. Amiiin

5 thoughts on “Catatan Kecil si Bunda

  1. ayah dan bunda.. semangaaaaatttt.. InshaAlloh semua ikhitiar ini ada hasilnya dan akan indah pada saatnya.. ^_^
    kami berdoa buat keluarga nisa dan haryo.. semoga cepet diberi momongan yaaaa… aamiiin.. *peluuuukkk nisaa…😉

  2. mbak Ika : amiiiinnn… makasih buanyak yaa buat keluarga mas Dhika dan dek Kinar… saat-saat sendiri di Kumamoto, sampai saat sekarang meskipun jauh tetep kasih semangat buat kami… peluk juga🙂

    teh Cici : amiiiinnn.. harus lebih banyak lagi bersyukur dan meminta, heeheee…. Allah yang Maha Pemberi rezeki bagi siapapun yang dikehendaki-Nya🙂
    makasih ya Teh,, semangat juga buat si Teteh🙂

  3. salam kenal bunda, sekedar share, dulu saya sampe 3 tahun nikah belum dikasih momongan, trus qta konsul ke dr muzayanah spog, suami periksa analisa sperma, saya diperiksa usg + hsg. waktu itu saya hsg di klinik pramita, karena cari radiologist yg perempuan. alhamdulillah hasilnya patent. ga sakit banget kok bun, cuman pas cairan kontras yg disemprotkan ke rahim luber ke ruang perut baru terasa mules. karena hasilnya bagus dokter cuma kasih vitamin + penyubur aja. sedangkan hasil pemeriksaaan pada suami didapatkan oligoteratoastenozoospermia (jumlah sperma extrim sangat sedikit, bentuk tidak normal, dan banyak yg mati, yg hidup pun gerakannya sebagian besar ga bagus). qta jg pernah ke klinik infertilitas di sardjito, ada serangkaian pemeriksaan yg hrs saya jalani termasuk uji pasca sanggama, qta jg disarankan inseminasi. namun akhirnya saya tidak lanjutkan karena tindakan kok lebih ke saya mulu, padahal dari hasil analisa sperma suami didapatkan teratoastenooligizoospermia. saya dan suami pun memutuskan pindah ke dr sungsang SpU (sekarang udah almarhum). begitu liat hasil analisa sperma suami + periksa beliau langsung mendiagnosa adanya varicole (varises di testis yg mengganggu proses spermatogenesis) dan menyarankan operasi. 4 bulan setelah operasi alhamdulillah hasil analisa sperma suami mulai normal, dan 2 bulan kemudian saya hamil. sekarang malah lagi hamil anak ketiga, alhamdulillah. saran saya bun, jangan takut dgn suatu pemeriksaan, sakit ato engga kan tergantung persepsi qta, rasa sakit itu adalah sesuatu yg sangat subyektif. semoga berhasil ya bun, kami bantu dengan doa. salam hangat….😉

    1. alhamdulillah terima kasih atas suntikan semangat dari bunda Kayyisa ..
      iya Bun, saya sudah cek HSG di pramita hasilnya ada sumbatan di tuba falopii sebelah kanan ,dan gak bisa diterapi.. yang kiri alhamdulillah bagus kondisinya, jadi kata dokter mengandalkan yang kiri.. kalau suami hasilnya bagus, hanya diberi antioksidan dan vitamin E 400 IU.. terakhir ke dokter hasil ovum setelah diberi hormon bagus, rahim juga menebal, ya tinggal pasrah aja Bun.. mungkin memang masih harus pacaran,, (Bunda pasti tau juga rasanya membesarkan hati sendiri )..

      senang sekali share-nya Bunda, apalagi sekarang hamil anak ketiga alhamdulillah, saya ikut senang,, saya banyak baca buku tentang pengalaman orang lain, banyak juga yang operasi varicole dan setelah itu sukses yaa..

      Sekali lagi terima kasih Bunda, semoga semua anak-anak sehat, jadi anak sholeh-sholeha, amiiinnn🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s