Pengalaman di Negeri Sakura · Uncategorized

Kokai Bashi.. A traditional market in Kumamoto

Saat pertama kali datang ke Kumamoto, aku diajak suamiku jalan-jalan ke pasar. Hmm.. seperti apa ya pasar tradisional di Jepang? Ternyata.. pasar di sini bersih, kawasan ini disebut Kokai Shoutengai (baca shoutenggai). Kokai adalah nama daerahnya, sedangkan shoutengai adalah toko atau warung-warung kecil yang berderet-deret di sepanjang gang kecil. Di sini ada supermarket yang cukup besar, namanya SunLive, mereka bacanya sanribu *ughhh udah tau gak bisa baca huruf ‘L’ dan ‘V’ tetep aja tokonya di kasih nama itu.

Waktu tinggal di asrama dulu, aku jarang belanja di sini, seringnya sih sekalian pulang dari les nihonggo, mampir. Sejak pindah rumah yang deket sama pasar dan bisnis jualan makanan, kokai jadi tempat tongkronganku sehari-hari.

Di sini, harga barangnya murah-murah, Cuma kadang harus pinter milih, ada beberapa sayuran atau buah yang udah gak bagus. Di shoutengai ini ada berbagai macam warung. Warung yang jual beras, baju bekas, toko ikan, toko bunga, toko mainan, toko sayur, warung jual bento, dan lain-lain. Setiap tiga atau empat bulan sekali, ada event dimana semua harga serba 100 yen. Ya nggak semua sih, ada item-item tertentu yang biasanya di atas 100 yen jadi 100 yen, intinya pasar murah gitu.

Sebelum aku pulang, aku sempat dapat event ini. Waktu itu aku udah nggak masak, jadi nggak beli apa-apa buat di rumah, Cuma foto-foto di pasar aja sambil nemenin temen yang belanja. Kokai jadi rame banget. Meskipun belanja sampai bejubel orangnya, tetep aja nggak saling serobot dan menyerobot. Semua tertib.

Oiya aku dan temenku sampe punya julukan buat para penjual di Kokai ini, untuk saling memberi tahu di mana sayur X atau buah A yang murah, hehe..termasuk di mana bisa dapet kangkung. Ada mbak cantik, ada duo ibu, sakana ya (penjual ikan), bu brambangku (aku nemu bawang merah disini, hihihii), pak tua, dll.

Sebelum aku pulang kemaren, aku pamit sama mbak cantik, hihihiii… “watashi, Indonesia he kaerimasu..iro-iro arigatougozaimasu” “ jya, sabishii desu ne ..” “saya mau pulang ke Indonesia, terima kasih ya”. “yaa..jadi sepi ya”

 

Special for mbak Citra, mbak Fanti, teh Sari, mbak Sunnah, mbak Icha, mbak Linda, mbak Ika, mbak Midia, mbak Sahara, mbak Ell, Debby, mbak Dyah, teh Diah, mbak Eva-Evi, Nurul, mbak Eni dan semua yang pernah belanja samaku…. I really miss you..

4 thoughts on “Kokai Bashi.. A traditional market in Kumamoto

  1. Pasarnya bersih banged ya Nis. Beda jauh dengan pasar tradisional di sini.
    Kalau saya kesana, pasti betah banged muterin pasar ini hehehe…

    1. iya Teh, udah gitu kita bisa hunting barang murah dan diskon, terutama saat menjelang warung atau toko mau tutup.. pasar ini sip tenan wes..hehehe….

    1. hahayyy..iya mbakk… bawang bombay di kokai hontoni yasui ne… kalo bawang merah nggak di Kumamoto nggak di Indonesia takaiiii…hehehe…. miss you too sist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s