Lentera Islami · Pengalaman di Negeri Sakura · Uncategorized

Lebaran di Kampungku

Alhamdulillah hari yang fitri telah tiba. Idul fitri di sini hari Minggu, 19 Agustus sama dengan di Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami komunitas muslim yang ada di Kumamoto berkumpul untuk sholat ied dan silaturahim. Tempat sholat masih sama seperti tahun lalu, yaitu di taman dekat kampus. Tahun lalu, kami membawa makanan masing-masing untuk dibagi dengan yang lain tapi tahun ini komunitas muslim yang besar seperti orang Indonesia, Bangladesh dan Pakistan wajib menyajikan satu menu dalam jumlah banyak. Waahh..sempet bingung, menu apa ya….

Setelah dirapatkan dengan para ibu-ibu didapatkan keputusan menu lebaran adalah sate ayam. Sejak hari Jumat sore dagingnya disiapkan. Hari Sabtu sekitar jam 3 mulai potong-potong, marinasi dan menusukkannya ke tusuk sate. Sorenya mulai bakar sate di dekat sungai, dekat kapus. Alhamdulillah ada kaum adam yang membantu kami, jadi pas buka udah selesai bakarnya. Tau nggak kita bikin berapa? Targetnya sih 600-750 tusuk…. terus masing-masing ibu yang punya oven atau microwave membawa sebagian sate untuk dihangatkan besok paginya.

Setelah sholat Ied berjamaah dan maaf-maafan, kami siap untuk makan-makan. Wuiiihh makanannya banyak. Ada sate ayam, nasi biryani, bihun, dan lain-lain. Sebelahku orang Bangladesh nanya soal sate, komentarnya “ini makanan Indonesia ya? Pasti lama banget bikinnya”. Alhamdulillah sate ayam nggak kurang malah bersisa. Syukurlah, semua kebagian.

Hari semakin siang dan panas. Es serut *kakigori siap disajikan. Setelah itu acara bebas. Ada yang foto-foto, games untuk anak, ngobrol-ngobrol, ada yang skype-an, dan ada yang bagi-bagi nastar dari Surabaya, hehe.. Acara selesai jam setengah 12 siang. Hari itu ramai dengan orang bersuka cita.

Lain di Kumamoto, lain juga di Sapporo Hokkaido. Di sana kaum muslimnya jauh lebih banyak, kotanya juga jauh lebih besar. Setelah sholat Ied bersama di taman, mereka makan makanan kecil yang dibawa, dengan sistem sharing, apa yang dipunyai dibagi dengan yang lain. Setelah itu mereka kumpul dengan komunitasnya masing-masing. Orang Indonesia kumpul dan makan-makan di restoran Halal Indonesia yang namanya ‘Kedai Kita’. Orang Mesir kumpul makan-makan di restonya mereka. Asiknyaaa yaaaa…. Iiinaaa 

Ied mubarrak friends….mohon maaf lahir batin🙂

2 thoughts on “Lebaran di Kampungku

  1. Alhamdulillah… banyak juga ya saudara seiman-nya. Walaupun jauh di kampung halaman namun tetap bisa merayakan hari kemenangan. Suasananya-pun pasti jauh lebih syahdu.

    Pengen icip-icip sate ayam kumamotonya🙂
    Btw saya penasaran dengan khutbah pas sholat ied. Khutbahnya pakai bahasa apa Nis? Bahasa jepang kah??

    Happy Idul Fitri….

    1. iya Teh,, bikin haru gitu,, alhamdulillah, muallaf Jepangnya juga banyak, sekitar 12 atau 13 orang..
      sate ayamnya muanteb lho,, dipadu saus kacang yang yummy,, ibu-ibu di sini hebat..🙂
      Khutbahnya pake bahasa inggris, cuma ya aku nggak jelas dengernya.. orang Khirghistan…

      Ied mubarrak juga.. pasti di sana jauh lebih terasa ramenya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s