Lentera Islami · Uncategorized

Rumput Tetangga Lebih Hijau

Rumput tetangga lebih hijau, ini yang sering kita dengar, kenapa nggak rumput kita juga hijau, harusnya itu yang sering kita ucapkan. Aku tulis ini untuk mengingatkan diriku sendiri, betapa Allah Maha Penyayang, betapa Allah Maha Mengerti, betapa nikmat Allah sungguh banyak. Salah satu nikmat Allah adalah iman dan Islam. *ketauan deh kalo lagi galau., hee..

Kadang, bukan cuma kadang mungkin, tapi sering , kita ingin sesuatu tapi nggak terpenuhi, atau lebih tepatnya belum terpenuhi., dan saat kita melihat orang lain mendapatkan apa yang kita inginkan, seharusnya kita nggak perlu sedih karena ‘rumput kita juga hijau’, bahkan mungkin lebih hijau tanpa kita sadari. Buat apa ngurusin orang lain, itu rezekinya dia dan ujiannya. Allah sudah menetapkan rezeki kita masing-masing, dan percayalah bahwa itu tak akan tertukar dengan milik siapa pun…

Pernah baca artikel, kalo lagi sedih, jangan buka facebook.. hahaha… mungkin ada benernya juga ya, nanti klo liat berita-berita orang lain seneng nanti makin merasa rumput tetangga lebih hijau.. ahh.. jangan begitu kawan.. rumput kita kan juga hijau..

Allah tuh ngerti banget ya, kalo manusia itu kikir, banyak mengeluh, hanya sedikit manusia yang bersyukur..ya, karena Allah lah yang menciptakan kita. Jadi inget salah satu lagunya Jikustik.. “….jangan pernah merasa..hidup ini tak adil, kau tak akan bisa mendapatkan semua…” hidup di dunia itu cuma sementara kawan, kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (ada di QS Al-Hadid 20). Kalo bicara tentang ini, rasanya masih kurang bekal menuju hari akhir,, rasanya sedih dan takut… kenapa kok masih berpikir duniawi, harusnya kita berpikir akhirat, nanti duniawi akan mengikuti.. Astaghfirullah…

Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Ayo rajin bersyukur..janji Allah, akan menambah nikmat kita kalo kita bersyukur.. gimana Allah mau ngasih nikmat yang banyak klo nikmat yang ada aja nggak disyukuri .. Ingat bahwa Allah nggak pernah ingkar janji.. Semoga kita termasuk golongan orang yang sabar dan rajin bersyukur yaa… amiiin

4 thoughts on “Rumput Tetangga Lebih Hijau

  1. Kalau saya main ke sini saya juga ngerasa bahwa rumput tetangga itu lebih hijau. Coz… saya cuma bisa “mupeng” baca postingannya Nisa tentang kunjungan ke Beppu hehehe…
    Trus, ngebayangin… enak banget jadi Nisa. Bisa ke jepang, merasakan puasa dan lebaran di rantau orang, merasakan dinginnya salju, bisa menikmati secara langsung keindahan bunga sakura yang sedang bermekaran🙂

    Pastinya semua itu sawang sinawang (bener ngga tuh bahasa jawanya hehehe…)
    Setuju banget dengan tulisan di paragraf terakhir yang intinya bersyukur… bersyukur…dan bersyukur…

    Saya juga bersyukur bisa bertemu blog ini. Walopun saya belum bisa ke jepang, tapi cukup membaca postingan Nisa, bisa menjawab keingintahuan saya tentang Jepang.

    Kalimat yang paling berkesan = rumput kita juga hijau.

  2. Teh Cici, hidup di negeri orang susah-susah gampang, dan saya cuma cerita yang enak-enak aja, hehee… ya ya..pasti semua itu ada suka dukanya ya,. sekali lagi saya harus bersyukur ya..
    namanya wang sinawang Teh., kita selalu melihat ‘ke atas’ dan membanding-bandingkan dengan orang lain.. saya masih tahap belajar nih.. kadang hati belum sinkron sama si pikiran, hehe…

    Saya baca blog Teh Cici, asik juga hidupnya berwarna, banyak temen sampe-sampe punya sahabat orang korea.. suatu hal yang jarang kan kita punya sahabat orang asing..

    Saya juga bersyukur Teh, insya Allah, semoga Teh Cici bisa ke Jepang suatu saat nanti, dan terwujud cita-cita untuk melengkapi rukun Islam yang ke-5.. amiiin.. *pengen juga🙂

    1. Amin…

      Oh….wang sinawang. Sip, akan saya ingat hehehe….
      Sama, saya juga masih harus banyak belajar. Setiap orang pasti punya masalahnya masing-masing.

      Terkadang saya juga suka jengkel, marah, sedih. Ujung-ujungnya milih makan terus tidur hehehe…

      Tapi postingan ini memang keren. Tepat mengena di hati… Arigato sudah mengingatkan saya untuk selalu bersyukur… bersyukur… dan bersyukur.

      1. Saling mengingatkan kebaikan dan menasehati untuk sabar *habis mengkaji Al Asr kemaren ahad🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s