Uncategorized

Intan bak Berlian

Namanya Intan. Nama yang cantik, secantik dan semanis orangnya. Perangainya halus, tutur katanya baik. Kulitnya putih, berbadan ideal. Dia salah satu sahabatku sejak SMA. Sebenernya kami nggak pernah sekelas, tapi dulu waktu masa orientasi kami pernah sekelas selama beberapa minggu. Waktu itu kami belum dekat. Ternyata dulu Intan pengen deket denganku, karena menurutnya aku ini jutek tapi kok cantik *hahaha, gombal banget, itu katanya, jadi dia penasaran.

Meskipun nggak sekelas, aku sering main ke kelasnya, main juga sama temen-temen dekatnya. Jadilah kami main berlima, tapi sampe sekarang yang masih kontak sama Intan cuma aku. Dulu kemana-mana bareng, aku sering ke rumah Intan, antar jemput dia berangkat dan pulang sekolah karena rumahnya deket sama sekolah, sedangkan aku jauuuh dari sekolah. Waktu itu aku dah boleh naik motor, jadi seneng-seneng aja antar jemput trus maen ke rumahnya. Pernah suatu ketika aku ikut Intan dan neneknya yang mau pulang ke Temanggung naek travel. Ibuku sampe nggak enak hati, anaknya mau pergi nginap di rumah neneknya Intan. Seperti biasa ibu bilang “kamu nggak boleh ngerepotin”. Akhirnya aku berlibur di Temanggung, tempat yang adem dan asri, karena deket banget sama gunung.

Dulu pernah kami beli sepatu yang sama tapi di tempat yang berbeda. Mereknya sama, waktu itu lagi tenar merek ‘piero’ , warnanya sama, cuma ukurannya beda, kakiku kan panjang.., kurus tapi kakinya panjang.. waktu pulang trus telpon-telponan cerita soal sepatu, eh lha kok sama, dan terbukti pas dipake esok harinya di sekolah….entah kenapa bisa gitu…

Kelas 3, saatnya penjurusan. Aku masuk IPA, Intan sebenernya bisa masuk IPA tapi dia pilih IPS. Bapak ibuku malah yang ‘gelo’, tapi ya udah itu pilihannya. Waktu wisuda, Intan dapet juara umum. Kereen, dapet beasiswa juga. Alhamdulillah kami sekolah di SMA yang cukup baik di Jogja. Sejak itulah berubah… Intan nggak melanjutkan sekolah. Soal ini, bapak ibuku juga gelo, eman-eman gitu, kan bocahe pinter.. Intan memilih untuk BERDAGANG. Mulai jual siomay enak, camilan, brownies, trus sekarang merambah dunia fashion, tepatnya jualan gamis yang dia jahit sendiri. Bukan karena dia atau orang tuanya nggak mampu, tapi ini masalah hati. Subhanallah.. di saat semua teman-teman berlomba masuk UGM, Intan memilih jualan dan belajar jahit. Dia jadi lebih agamis, lebih tepatnya dia jadi gitu sejak kelas 3. Aku pernah menanti ucapan ulang tahun darinya, tapi dia nggak seperti tahun-tahun sebelumnya, dia nggak mengucapkannya. Begitu dia ulang tahun dan aku mengucapkannya dia bilang itu nggak ada dalam Islam, masak doain cuma pas ultah aja.. hmmm,,,,

Sekarang bisnisnya makin luas. Gamis laki-laki jadi andalannya, sedangkan adek perempuannya bagian modiste perempuan. Sampe sekarang, Intan belum menikah, jadi masih tinggal sama keluarganya. Katanya, yang berkewajiban cari calon suami buatnya adalah ayahnya, karena dialah walinya. ,nggak kayak kita yang cari sendiri, hehe… Usaha itu sampe kini masih terus dilakukan. Siapa yang nggak mau nikah? itu pertanyaan retoris., apalagi teman-teman kami dah pada nikah, dah pada punya anak..  Intan bilang : ” jadi istri, jadi ibu, itu nggak pasti semua perempuan, tapi yang pasti adalah kematian, jadi siapkan kematian dengan sebaik-baiknya. usaha itu harus, tentunya dengan tawakkal…aku juga pengen menikah cuma belum ada jodoh” ya, begitulah harus positif thingking dan optimis… kerenlah, dia menyibukkan diri dengan berbagai hal. Sejak lulus SMA dan berubah., dia cenderung nggak bergaul seperti dulu, hanya beberapa temen yang sangat dekat dengannya yang masih sering ke rumah. Pernah suatu ketika mau aku buatkan facebook, dia menolaknya, dia memilih melihat kabar temen-temen via facebook ku..

 

Waktu aku mau nikah, aku kirim undangan ke rumahnya, diantar calon suamiku. Waktu itu naek mobil, calonku nunggu di dalam mobil, karena kaca riben, jadi nggak keliatan dari luar. hhihiiii dasar bandel yaa belum nikah udah jalan berdua, astaghfirullah,, dan ini diingatkan sama Intan, hehehe… waktu aku nikah dia nggak dateng. Ya, aku paham. pernikahanku nggak dihijab alias dipisah cowok cewek. Waktu aku mau berangkat ke Jepang, dia datang ke rumah, dia nunggu aku yang masih keluyuran sendiri. Dia dan adeknya maen ke rumah, sambil ngobrol-ngobrol. Eh aku dikasih purezento (baca: kado) baju gamis buat hamil dilengkapi kancing di depan untuk menyusui. Aku seneng banget. Warnanya merah. Baju itu ikut hijrah bersamaku. Meskipun aku belum hamil, baju itu kupake.

Sampe sekarang alhamdulillah kami masih berhubungan baik. E-mail jadi sarana kami. Meskipun lama balesnya, nggak papa deh aku paham dia sibuk.. kata temenku, usaha dan bisnis keluarganya dah makin maju… seneng dengernya…

Allah pasti sedang menyiapkan imam terbaik untuknya.. Aku selalu penasaran dengan pasangan hidupnya, hehehe…

Ganbatte buat semua temen-temen yang sedang ikhtiar🙂

6 thoughts on “Intan bak Berlian

    1. arigatou mbak Ika🙂 iya aku suka penasaran , kayak apa ya suaminya bsk, hehehe.. sebenernya banyak yang nge-fans ma dia

  1. Kunjungan kedua ^______^

    Wah… seneng ya punya temen sekolah yang masih akrab sampai sekarang, meski jarak yang berjauhan.

    Saya juga salut dengan orang yang punya jiwa interpreneurship (bener ngga tuh bahasanya hehehe…). Soalnya saya sendiri ngga punya jiwa bisnis dan jiwa dagang.

    Pernah lihat temen yang jualan baju, nawarin kesana-kesini, trus pas ada yang mau beli, nawarnya ampun deh sampai harga seminimal mungkin. Barang udah di obrak-abrik tapi akhirnya ngga jadi beli. Hadeeeeeeeh… saya yang lihat aja jengkel. Tapi temen saya malah nyantai dan tetap tersenyum.

    1. bener..bener…
      iya ya jadi pengusaha itu kudu pantang menyerah.. klo kata mereka yang merhasil, harus ulet dan selalu bangkit… hebat deh buat mereka yang mau dan bisa kayak gitu.. klo aku juga geregetan, hehehe….klo laris seneng, klo gak ada yang beli sedih deh,,hihiii🙂
      Intan bikin gamis mulai dari beli kain, njahit, sampe njualnya.. dia total.. dan setauku gak pake karyawan… jahitannya halus dan teliti *bukan bermaksud promosi…hhehehe…

  2. Wah, aku malah baru tahu Intan bisnis gamis. Jadi pingin lihat&beli gamis di dia. Smg pas djgja ad ksmptan ya.. Tp bareng Nisa kerumahnya,soalnya aku ga terlalu akrab,cm kenal aja, hehe

    1. Hehe.. Yg gamis perempuan itu buatan adeknya klo intan bikin yang gamis laki laki yan.. Mereka lagi off sejak 30 mei dalam rangka menyambut ramadhan.. Ni sampe skg blm ada stok lagi.. Keren ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s