Belajar masak · Pengalaman di Negeri Sakura

Indonesian Food Cooking Class

Seperti bisa, hari Rabu itu aku les nihonggo, tiba-tiba ada yang mendekat, ya, sebut aja sekretaris di foundation tempat aku les. Dia memintaku untuk mengajari ibu-ibu Jepang masak masakan Indonesia di sebuah SD di daerah Shinmachi. Dia ingin ada 3 macam menu, 2 menu utama dan 1 menu untuk makanan penutup. Masing-masing ibu yang ikut acara ini dikenakan biaya yang telah ditentukan. Nah, aku harus memutar otak, dengan uang itu dan juga waktu yang disediakan, aku harus bisa menentukan 3 menu yang nantinya dibuat dalam waktu 2 jam aja. Karena aku belum PD, aku ajak salah satu teman Indonesia, seorang ibu rumah tangga, anak-anaknya sekolah SD di sini, beliau terkenal jago masak, beliau pasti jauh lebih berpengalaman dariku.

Waktu itu masih 1 bulan lagi, saat itu masih bingung mikir menu, akhirnya kami putuskan untuk memilih menu gado-gado, nasi goreng, dan kolak pisang, dengan catatan, masing-masing ibu membawa ½ cup beras. Aku sempat rapat koordinasi sama ibu-ibu panitianya, yahh,, ngomongnya Jepang pisan,, kok pinter ya mereka, hehe… Pihak foundation bersedia memfasilitasi untuk membawakan barang belanjaan, duh baiknyaaa…

Ada 16 orang yang mendaftar ikut kegiatan ini. Aku hitung ulang jumlah belanjaan yang harus kami beli. Rabu itu, seperti biasa aku naek sepeda ke tempat les nihonggo, setelah lesku selesai, aku ditemeni temenku dan orang dari foundation, belanja untuk keperluan acara hari Kamis. Alhamdulillah ada mobil jadi kita gak perlu ngengkol ke TKP bawa barang-barang..

Ini pertama kalinya aku terjun langsung ketemu ibu-ibu Jepang, dan berbagi resep masakan Indonesia. Seneng rasanya, tapi grogi juga., deg degan takut waktunya nggak cukup. Aku nggak ngerti mekanismenya, apakah kami hanya supervisi alias mendampingi ibu-ibu aja atau kita juga bikin,, ternyata, kami juga harus bikin, jadi ibu-ibunya melihat langsung mempraktekkan. Hadduh, padahal barang belanjaanku cuma untuk peserta aja,, gak bawa beras juga hihiii.. tapi semua alhamdulillah cukup, ya kami secukupnya aja. Setelah perkenalan, kita menanak nasi buat nasi goreng. Beras Jepang itu pulen banget, padahal untuk nasi goreng kan biasanya agak keras ya, jadi kami sempat diskusi dulu berapa volume airnya, hehe…

Aku menjelaskan cara masak dengan bahasa campur, campuran Jepang dan Inggris,, di situ aku baru nyadar klo bahasa Inggrisku dah ketutup sama bahasa Jepangku ,, ohh noo,,, rasanya lidahku ini jadi belibet banget, nggak sinkron antara pikiran, mulut, dan maksud hati, hehee… lebay. Pertama yang kami buat adalah gado-gado,, lama juga buatnya hampir 1 jam ternyata.. trus lanjut kolak pisang, terakhir baru nasi goreng sea food. Alhamdulillah tepat jam 12 kami selesai memasak. Setelah itu makan bersama sambil ngobrol ngalur ngidul. Karena ruangan dapur cuma bisa dipakai sampai jam 1 siang, jadi kami buru-buru membersihkan semua alat masak dan alat makan. Alhamdulillah jam 1 tet kita selesai. Mereka semua bilang oishiiiiiiii alias enaaaakkk,, terutama kolaknya, menurut mereka dessert ini enak banget, pake santan, pake gula Jawa.. Semua masakan yang kami buat rasanya ‘Indonesia’ banget, ada kecap, ada air asam, ada gula Jawa, ada santan, ada daun pandan, dan ada ‘bawang merah’. Alhamdulillah seneng deh, ini pengalaman pertama semoga ada pengalaman-pengalaman berikutnya yang lebih menyenangkan..amiiin

Nasi goreng dan Gado-gado

Indonesian Food cooking class

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s