Sekedar Info...

Apa sih PPD itu?

PPD adalah kepanjangan dari para-phenylendiamine (C6H4(NH2)2  ), atau 1,4 diaminobenzene. PPD merupakan senyawa amin aromatik yang banyak digunakan di industri dan produk kosmetik. Bahan kimia ini umum terdapat pada produk pewarna rambut permanen, tinta print dan fotokopi, pewarna tekstil dan bahan kimia yang digunakan untuk foto dan litograf. PPD banyak dipakai karena sedikit menyebabkan toksisitas atau keracunan serta kemampuannya yang stabil terhadap temperatur tinggi. PPD digunakan untuk pewarna rambut karena dapat memunculkan warna alami (natural look) yang tidak mudah pudar oleh karena pencucian dan pengeringan. PPD sendiri tidak berwarna, warna muncul setelah terkena oksigen. PPD larut di dalam air, alkohol, dan etil, dan hanya sedikit yang dapat larut di dalam kloroform.

The Centers for Disease Control (CDC) menyatakan bahwa PPD dapat menimbulkan alergi saat kontak dengan kulit sehingga tidak boleh digunakan langsung pada kulit. Pada saat digunakan sebagai pewarna rambut, dapat menyebabkan dermatitis kontak pada dahi, alis, atau telinga apabila terkena pada kulit tersebut. Reaksi alergi biasanya hanya terjadi saat pewarna tersebut teroksidasi dan terjadi pada orang yang sensitif. Rute paparan PPD ini adalah melalui inhalasi (pernafasan), absorpsi pada kulit, tertelan, kontak langsung dengan kulit atau mata. Gejalanya meliputi iritasi tenggorokan, asma bronkhial, dan gatal-gatal. Tipe dan keparahan gejala bervariasi tergantung pada jumlah dan paparan yang terjadi.

Jika mengalami dermatits karena pewarna rambut PPD, cuci rambut dan kulit kepala dengan sabun lembut atau shampoo yang tidak berbusa untuk menghilangkan pewarna. Terapi dapat dilakukan seperti terapi pada dermatitis akut pada umumnya, dapat menggunakan salep yang mengandung kortikosteroid seperti salep hydrokortison 0.5-2.5 % atau menggunakan emolient (pelembab) seperi urea. Anda yang sensitif terhadap PPD tapi tetap ingin mewarnai rambut, pilihlah pewarna rambut metalik atau vegetable rinse yang tidak menyebabkan pewarnaan secara permanen. Jika anda alergi terhadap PPD, kemungkinan juga akan menjadi sensitif terhadap beberapa senyawa seperti:

  • pewarna azo yang terdapat pada pewarna semi permanen dan temporary, tinta balpoint, oli diesel dan gasolin, serta bahan pewarna makanan atau obat.

  • Benzokain dan prokain , adalah obat bius yang banyak dipakai dokter atau dokter gigi

  • obat-obat golongan sulfonamida seperti antibiotika sulfametoxazole, sulfamerazin

  • asam para-aminobenzoat (PABA) yang banyak terdapat dalam sunscreen, anda harus mencari produk yang PABA-free

  • obat tuberculosis (TBC) : asam para-aminosalisilat

sumber : http://www.dermnetnz.org/dermatitis/paraphenylenediamine-allergy.html

2 thoughts on “Apa sih PPD itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s